ELTV SATU || KUNINGAN – Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., melontarkan teguran kepada sejumlah kepala SKPD yang meninggalkan lokasi sebelum rangkaian Karnaval Budaya dalam puncak Milangkala Kabupaten Kuningan ke-528, Minggu (13/9/2026), selesai.

Teguran tersebut disampaikan Dian saat memimpin apel pagi, Senin (14/9/2026), di halaman Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Kuningan. Dengan nada bercanda namun sarat pesan kedisiplinan, Bupati mengaku menyayangkan sikap sejumlah kepala SKPD yang tidak bertahan hingga acara selesai.
Dian awalnya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, kepala SKPD, camat, serta jajaran pemerintah daerah yang telah mendukung rangkaian Milangkala Kuningan ke-528.
“Terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran panitia, para peserta, para kepala SKPD dan camat. Kemarin luar biasa memberikan dedikasi untuk menyukseskan Karnaval Budaya,” ujar Dian.
Namun, apresiasi itu kemudian disertai catatan khusus. Dian mengungkapkan, ketika Karnaval Budaya masih berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB, sebagian kepala SKPD justru sudah meninggalkan lokasi.
“Walaupun pas jam 10.00 sudah pada ngilang kepala SKPD-nya entah ke mana. Saya hanya tertinggal beberapa kepala dinas saja,” kata Dian.
Menurutnya, seorang pemimpin semestinya memberikan contoh kepada masyarakat maupun jajaran yang dipimpinnya. Ia menegaskan, selama Bupati, Wakil Bupati dan Sekda masih berada di lokasi untuk menjalankan tugas, para kepala SKPD seharusnya tetap menunjukkan komitmen yang sama.
“Kalau Bupati, Wakil Bupati, Pak Sekda belum pulang, ya di sana. Memberikan contoh!” tegasnya.
Dian bahkan mengingatkan pengalaman ketika dirinya masih menjadi pejabat eselon IV, III hingga II. Menurutnya, tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk meninggalkan sebuah kegiatan lebih dahulu apabila pimpinan masih berada di tempat.
“Saya dulu pernah juga pejabat eselon IV, eselon III, eselon II. Enggak berani saya. Kalau Bupatinya belum pulang, ya di sana,” ungkapnya.
Ia kemudian menceritakan pengalamannya saat penutupan Porsenitas di Pangandaran bersama almarhum Bupati Kuningan Acep Purnama. Kala itu, Dian mengaku menjadi salah satu pejabat yang tetap mendampingi pimpinan hingga kegiatan berakhir.

















