ELTV SATU || KUNINGAN – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, terus berlanjut. Sebanyak 136 personel gabungan dari 14 instansi, unsur relawan, dan masyarakat dikerahkan untuk melakukan pemadaman, pendinginan, serta pemantauan titik api di Grid 15 kawasan BTNGC, Minggu (25/10/2026).
Berdasarkan laporan Pos Lapangan Penanganan Karhutla BPBD Kabupaten Kuningan, operasi dipusatkan di sejumlah titik, di antaranya Blok Bintangot, Blok Karang Dinding, dan Blok BSB. Petugas juga memantau kepulan asap yang masih terdeteksi di area terdampak. Luas kebakaran masih dalam proses penghitungan.
Operasi melibatkan berbagai unsur, termasuk BPBD, TNGC, TNI, Polri, petugas pengendalian kebakaran hutan, serta relawan. Kegiatan diawali apel pasukan dan pengarahan operasi, dilanjutkan pemetaan lokasi, pemadaman dan pendinginan, pelayanan kesehatan petugas, serta pemenuhan kebutuhan logistik.
Pemantauan juga didukung pengambilan gambar menggunakan drone dari pihak TNGC. Sementara itu, BNPB merencanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) melalui Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, sebanyak dua sorti. Patroli helikopter TNI AU turut masuk dalam rangkaian dukungan operasi.
Logistik dan Pendataan Relawan Jadi Perhatian
Di tengah operasi, kebutuhan logistik masih menjadi perhatian. Pos lapangan membutuhkan air mineral, makanan ringan, suplemen, kendaraan berpenggerak empat roda (4×4), serta dukungan jaringan internet.
Laporan BPBD juga mencatat dua kendala, yakni belum seluruh relawan dan perwakilan instansi melakukan pendaftaran di pos lapangan serta distribusi makanan yang belum merata.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pengorganisasian personel dan penyaluran bantuan agar pelaksanaan operasi berjalan lebih tertib dan kebutuhan petugas di lapangan dapat terpenuhi.

















