ELTV SATU || KUNINGAN – Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mendorong perubahan paradigma pengelolaan aset daerah dari sekadar menjaga administrasi dan keamanan menjadi instrumen produktif yang mampu menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) serta membuka peluang investasi.

Langkah tersebut ditandai dengan digelarnya Investment Forum Pemanfaatan Aset Daerah di Botanika, Rabu (4/11/2026). Dalam kegiatan tersebut, Bupati Dian bertindak sebagai keynote speaker sekaligus membuka forum yang mempertemukan pemerintah daerah dengan para calon investor.

Bupati Dian menegaskan, keterbatasan fiskal daerah menuntut pemerintah untuk mencari sumber pembiayaan alternatif, salah satunya melalui optimalisasi aset milik pemerintah daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Jangan sampai aset hanya dicatat secara administratif dan diamankan. Saya ingin aset daerah memiliki nilai ekonomis, diberdayakan, dan menjadi pundi-pundi pendapatan asli daerah,” tegasnya.
Menurutnya, aset yang tidak produktif justru berpotensi menjadi beban APBD karena membutuhkan biaya pemeliharaan dan pengamanan. Karena itu, sudah saatnya paradigma pengelolaan aset bergeser dari sekadar pengamanan menuju pemanfaatan ekonomi.
“Ratusan aset kita selama ini masih tidur, sementara PAD kita terbatas. Melalui investment forum ini, saya berharap investor tertarik melakukan kerja sama, baik melalui sewa maupun skema kerja sama pemanfaatan lainnya,” ujarnya.
Bupati Dian menyebutkan, Pemkab Kuningan memiliki sekitar 130 aset yang berpotensi dikembangkan. Aset tersebut terdiri atas tanah kosong, sawah, tegalan, perkebunan, hingga bangunan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, pariwisata, kuliner, perhotelan, hingga pengembangan usaha lainnya.

















