Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
NasionalNews

Cegah Disinformasi, Menkomdigi Tegaskan Humas Pemerintah Harus Cepat dan Tepat

59
×

Cegah Disinformasi, Menkomdigi Tegaskan Humas Pemerintah Harus Cepat dan Tepat

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU ||| JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa kecepatan dan ketepatan komunikasi publik menjadi kunci utama dalam mencegah meluasnya disinformasi di ruang digital. Pemerintah, kata dia, tidak lagi memiliki ruang untuk terlambat menyampaikan narasi resmi di tengah arus informasi yang bergerak cepat dan masif.

Penegasan tersebut disampaikan Meutya Hafid saat membuka Forum Government Public Relations (GPR) Outlook 2026, Rabu (4/2/2026), di Jakarta Pusat. Kegiatan ini dihadiri para Kepala Biro Humas Kementerian/Lembaga, BUMN, BUMD, serta perwakilan pemerintah daerah.

Pasang Iklan Disini Scroll ke Bawah
idth="300"
Scroll ke Bawah

“Sekarang kita sudah tidak punya kemewahan untuk memilih antara cepat atau tepat. Keduanya harus berjalan bersamaan. Kalau kita tidak cepat, ruang itu akan diisi oleh disinformasi, dan pada akhirnya informasi yang sampai ke masyarakat justru menjadi tidak tepat,” tegas Meutya.

Baca Juga :  Walikota Jepang, Iiyama-shi Terima Plakat Penghargaan dari PPWI

Menurut Meutya, tantangan komunikasi publik pemerintah semakin berat seiring masifnya kompetisi konten di media sosial. Ia menekankan bahwa keberhasilan humas pemerintah tidak diukur dari seberapa rapi atau indahnya pesan yang disusun, melainkan dari sejauh mana pesan tersebut benar-benar sampai dan dipahami oleh masyarakat.

“Ukuran keberhasilan humas bukan apa yang kita tulis, tetapi apa yang sampai ke publik. Kalau informasi yang akurat tenggelam oleh disinformasi, itu juga sebuah kegagalan,” ujarnya.

Meutya juga menegaskan bahwa komunikasi publik kini bukan lagi sekadar fungsi pendukung, melainkan bagian integral dari kepemimpinan negara. Reputasi pemerintah dan keberhasilan program nasional sangat ditentukan oleh konsistensi suara negara di ruang publik yang dijalankan oleh humas di setiap kementerian dan lembaga.

Baca Juga :  Pembangunan Pasar Desa Sindang Disorot: Rp134 Juta Dana Desa Masih Terbengkalai

Selain itu, Menkomdigi menyoroti pentingnya sinergi dan jejaring antarlembaga dalam menghadapi disinformasi. Menurutnya, disinformasi bekerja secara kolektif dan terorganisir, sehingga tidak dapat dihadapi secara sendiri-sendiri.

“Kalau disinformasi bekerja secara kolektif, maka humas pemerintah juga harus berjejaring. Kolaborasi jauh lebih relevan dibandingkan kompetisi di era digital,” katanya.

Ia juga menekankan penguatan data sebagai fondasi utama komunikasi publik yang cepat dan akurat. Konsolidasi dan kesiapan bank data di internal kementerian dan lembaga dinilai menjadi prasyarat agar humas dapat bergerak sigap dalam merespons isu strategis.

Baca Juga :  Dandim 0617/Majalengka Hadiri Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025 Tingkat Kabupaten Majalengka

“Tanpa bank data yang siap, kecepatan tidak mungkin tercapai. Kita tidak bisa lagi menunggu pengumpulan data saat isu sudah berkembang di ruang publik,” tegas Meutya.

Menutup arahannya, Meutya Hafid mengajak seluruh insan humas pemerintah untuk menjaga kekompakan, memperkuat koordinasi internal dan lintas lembaga, serta menyampaikan kebijakan pemerintah dengan gaya komunikasi yang beragam namun memiliki tujuan yang sama.

“Mari kita jaga satu narasi untuk membangun negeri, dengan suara yang beragam, gaya yang berbeda, tetapi arah dan tujuannya sama. Peran humas hari ini sangat strategis dan tidak ringan, namun kita hadapi bersama,” pungkasnya. (Syahril)

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin