ELTV SATU ||| KUNINGAN — Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan menggandeng berbagai pihak lintas sektor untuk mempercepat pelaksanaan program skrining kesehatan gratis atau Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia.

Langkah ini dilakukan menyusul masih rendahnya capaian pemeriksaan kesehatan di Kabupaten Kuningan hingga akhir Maret 2026, yang baru berada di kisaran 3 hingga 4 persen.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Agah Nugraha, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk meningkatkan deteksi dini penyakit di masyarakat.
“Program ini menyasar bayi baru lahir usia dua hari, balita dan anak prasekolah usia 1 sampai 6 tahun, anak usia sekolah dan remaja, hingga kelompok dewasa dan lanjut usia,” ujarnya saat rapat koordinasi di Aula BJB Kuningan, Selasa (31/3/2026).
Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat
Untuk mempercepat capaian, Dinkes Kuningan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, perguruan tinggi, serta TP-PKK.
Keterlibatan sektor pendidikan dinilai penting karena program ini juga menyasar anak usia sekolah dan remaja. Sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Agama maupun Dinas Pendidikan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pemeriksaan bersama tim puskesmas.
Selain itu, sejumlah perguruan tinggi seperti Unisa, Unipi, UPI, dan UMK turut diajak berkolaborasi guna menjangkau mahasiswa yang telah masuk kategori usia dewasa.
Peran TP-PKK juga dinilai strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya perempuan, agar bersedia mengikuti pemeriksaan kesehatan seperti IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dan Sadanis (pemeriksaan payudara klinis).
“Peran PKK sangat penting karena mereka dekat dengan masyarakat hingga tingkat bawah,” tambahnya.
Target Tinggi, Capaian Masih Rendah
Secara umum, target skrining kesehatan di Jawa Barat tergolong besar. Dari total sekitar 51 juta penduduk, pemerintah menargetkan sedikitnya 46 persen warga mengikuti pemeriksaan.
Namun, capaian di Kabupaten Kuningan masih jauh dari target tersebut. Karena itu, Dinkes menilai percepatan harus segera dilakukan melalui sinergi semua pihak, termasuk dukungan kebijakan seperti surat edaran dan mobilisasi sasaran.
“Targetnya cukup tinggi, sehingga kami harus bergerak cepat dengan melibatkan seluruh stakeholder,” tegas Agah.


















