ELTV SATU || KUNINGAN – Semangat kebangkitan sepak bola usia dini di Kabupaten Kuningan semakin terasa melalui gelaran final Liga Jabar Istimewa U-10 dan U-12 yang berlangsung di Stadion Mashud Wisnusaputra, Jumat (15/5/2026). Kompetisi tersebut tidak hanya menghadirkan persaingan penuh sportivitas, tetapi juga melahirkan harapan baru bagi masa depan sepak bola daerah.

Ketua KONI Kabupaten Kuningan, H. Trias Andriana, menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan pembinaan sepak bola usia dini di Kuningan. Menurutnya, Liga Jabar Istimewa menjadi wadah strategis untuk menemukan dan membina bibit-bibit pesepak bola potensial.
“Kejuaraan ini sangat prospektif dan bagus untuk melahirkan pemain-pemain berbakat. Dari pertandingan yang saya lihat, banyak anak-anak memiliki potensi besar,” ujar Trias usai menyaksikan laga final.
Ia berharap kompetisi usia dini seperti ini dapat digelar secara rutin dan berkelanjutan setiap tahun sebagai bagian dari regenerasi pemain serta upaya menghidupkan kembali kejayaan sepak bola Kuningan.
“Kami ingin ke depan lahir kembali kesebelasan kebanggaan Kuningan seperti Pesik maupun klub-klub legendaris lainnya seperti Garuda,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ketua Askab PSSI Kabupaten Kuningan, H. Beni Prihayatno. Ia mengapresiasi suksesnya pelaksanaan turnamen yang berlangsung lancar berkat dukungan panitia, pelatih, orang tua, dan seluruh pihak yang terlibat.
“Alhamdulillah seluruh kegiatan berjalan lancar, mulai pertandingan hingga pembagian hadiah. Ini menjadi langkah penting menuju pembinaan sepak bola yang lebih baik,” katanya.
Pada kategori U-10, SSB Garuda Arindama tampil sebagai juara pertama, disusul SSB Harata di posisi kedua dan Star Soccer LKFC di peringkat ketiga. Sementara pada kategori U-12, gelar juara diraih SSB Turangga Sakti, diikuti Bintang Amatir sebagai runner-up dan LKFC Jiwa Taruna di posisi ketiga.


















