Berdasarkan laporan di lapangan, kebakaran diduga dipicu ranting-ranting pohon yang mengering akibat cuaca panas. Tiupan angin kencang diduga menyebabkan gesekan antarranting hingga memunculkan percikan api yang kemudian merambat ke vegetasi kering di sekitarnya. Penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Petugas juga mengungkapkan bahwa kawasan Blok Cirendang merupakan daerah yang hampir setiap musim kemarau mengalami kebakaran. Lokasinya berbatasan langsung dengan permukiman warga Dusun Cirendang sehingga memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi.
Sebagai langkah pencegahan, aparat TNI bersama perangkat desa dan pengelola TNGC mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap, sehingga deteksi dini dan penanganan cepat dapat dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas.
Petugas juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan serta pentingnya menjaga kawasan konservasi dari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang masih berlangsung.(Heryanto)


















