ELTV SATU || KUNINGAN – Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Siliwangi hingga kawasan Pendopo Kabupaten Kuningan, Sabtu (5/9/2026), untuk menyaksikan helaran budaya Seba Sapton dan Babarit dalam rangkaian Hari Jadi ke-528 Kuningan.

Sejak siang, masyarakat terlihat antusias berdiri di sepanjang jalur helaran. Sebagian warga bahkan rela berdesakan dan bertahan di bawah terik matahari demi menyaksikan langsung rangkaian tradisi budaya yang hanya digelar pada momentum tertentu.

Kirab keprajuritan, penyerahan pusaka, prosesi Seba, tari kolosal hingga berbagai kesenian tradisional menjadi tontonan yang menarik perhatian masyarakat. Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan Babarit yang ditutup melalui tradisi Murak Tumpeng.

Di tengah antusiasme tersebut, muncul pemandangan yang turut menjadi perhatian warga. Di area tenda kehormatan, sejumlah pejabat dan tamu undangan dapat mengikuti prosesi dari tempat yang lebih terlindung dari teriknya matahari.
Kondisi itu memunculkan kontras suasana antara masyarakat yang berdiri di sepanjang jalan dengan tamu undangan yang berada di area teduh. Meski demikian, warga tetap menunjukkan antusiasme dan memilih bertahan hingga rangkaian acara selesai.
Bagi masyarakat, kesempatan menyaksikan langsung Seba Sapton bukan sekadar hiburan. Tradisi tersebut menjadi bagian dari identitas budaya Kuningan yang ingin mereka saksikan dan lestarikan bersama.

















