Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

Arunika Olah Sampah Jadi Maggot, Bangun Ekosistem Pertanian Terintegrasi di Kuningan

37
×

Arunika Olah Sampah Jadi Maggot, Bangun Ekosistem Pertanian Terintegrasi di Kuningan

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU || KUNINGAN — Berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan, Arunika mengembangkan budidaya maggot berbasis Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pengolahan sampah organik sekaligus penggerak pertanian berkelanjutan. Melalui konsep integrated farming, limbah restoran diolah menjadi produk bernilai ekonomi yang mendukung peternakan dan pertanian.

Hal tersebut disampaikan Heni Hidayati, S.E., M.M.A., konsultan bisnis, pengabdian masyarakat, pengolahan sampah, pertanian berkelanjutan, dan urban farming, saat wawancara di Arunika, Rabu (28/10/2026).

Baca Juga :  Kebakaran Lahan Kosong Merambat ke Gudang Pertamina EP di Majalengka, Api Padam 2 Jam Kemudian

 

Heni menjelaskan, pengelolaan sampah menjadi bagian dari komitmen Arunika dalam menjaga lingkungan dan kelestarian alam. Prosesnya dimulai dari limbah dapur restoran yang diolah menggunakan sistem BSF untuk menghasilkan maggot.

Namun, pemanfaatannya tidak berhenti pada budidaya maggot. Arunika mengembangkan sistem pertanian terintegrasi yang menghubungkan pengolahan sampah, peternakan, dan pertanian dalam satu siklus berkelanjutan.

Baca Juga :  Upacara Hari Pahlawan di Kodim 0617/Majalengka Berlangsung Khidmat, Pgs Kasdim Ajak Prajurit Teladani Semangat Pejuang

“Maggot kami manfaatkan untuk peternakan, termasuk ayam petelur dan ayam kampung. Sementara kasgot atau sisa media budidaya maggot kami aplikasikan sebagai pupuk untuk tanaman sayuran dan buah-buahan,” jelas Heni.

Menurutnya, sistem tersebut dirancang agar sisa dari aktivitas pertanian dan peternakan dapat kembali diolah sehingga menghasilkan manfaat baru. Dengan demikian, volume sampah yang terbuang dapat ditekan dan memiliki nilai ekonomi.

Baca Juga :  PMII Kabupaten Kuningan Desak Transparansi dan Kepastian Hukum Tunjangan DPRD Kabupaten Kuningan

Meski demikian, pengolahan yang berjalan saat ini masih berfokus pada sampah organik. Untuk sampah anorganik, terutama plastik, Arunika menggandeng Bank Sampah Indonesia (BSI) Kuningan karena masih membutuhkan dukungan pihak lain dalam pengelolaannya.

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin