Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

Arunika Olah Sampah Jadi Maggot, Bangun Ekosistem Pertanian Terintegrasi di Kuningan

51
×

Arunika Olah Sampah Jadi Maggot, Bangun Ekosistem Pertanian Terintegrasi di Kuningan

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

Ke depan, Heni berharap sampah anorganik juga dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat, seperti bahan paving, batako, meja, maupun berbagai kerajinan, tanpa harus dibakar.

Bangun Kemandirian Ekonomi dari Sampah

Heni menilai, pengelolaan sampah tidak semata-mata berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru.

Ia berharap inisiatif tersebut dapat menjadi proyek percontohan bagi pelaku usaha di sektor makanan dan minuman (food and beverage/F&B), agar tanggung jawab terhadap lingkungan berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi.

Baca Juga :  Air Mata Bahagia Alya Ulfa, Siswa Berprestasi SMPN 2 Kramatmulya Pertahankan Predikat Juara Pertama: “Kerja Keras Tidak Pernah Mengkhianati Hasil”

“Dari usaha F&B saja sudah ada peluang kerja. Kami berharap pengolahan sampah juga bisa membuka lapangan pekerjaan dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi kembali,” ungkapnya.

Arunika saat ini menjadikan pengembangan tersebut sebagai laboratorium awal untuk menguji dan menyempurnakan konsep pertanian terintegrasi. Ke depan, pengembangan kawasan arboretum juga menjadi salah satu gagasan yang ingin diwujudkan dengan memanfaatkan potensi Palutungan sebagai destinasi wisata di Kabupaten Kuningan.

Baca Juga :  Detik-detik Kepulan Asap Mencekam Gegerkan Palasah Majalengka, Warga dan Petugas Baku Hantam Lawan Si Jago Merah!

Heni berharap potensi tersebut dapat dikembangkan secara bertahap dengan tetap memperhatikan prosedur yang berlaku, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.

Ia juga melihat peluang penerapan model serupa di wilayah lain di Kabupaten Kuningan. Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, pengolahan sampah serta pengembangan pertanian terintegrasi dinilai dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan daerah.

Baca Juga :  Dua Anak Tenggelam di Bekas Galian Sawah di Majalengka, TNI-Polri dan Tim Gabungan Lakukan Evakuasi

“Kita jangan selalu bergantung pada anggaran atau pihak luar. Potensi dari dalam daerah sendiri bisa dikembangkan untuk membangun ekosistem pangan yang mandiri,” pungkasnya.

Melalui budidaya maggot dan pertanian terintegrasi, Arunika berupaya menunjukkan bahwa sampah bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga sumber daya yang dapat diolah menjadi peluang ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan pertanian berkelanjutan di Kuningan.(Heryanto)

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin