ELTV SATU || KUNINGAN – Peristiwa banjir di Desa Cisantana tentu menjadi perhatian bersama. Namun di tengah munculnya berbagai komentar dan kritik, masyarakat juga perlu melihat persoalan ini secara lebih objektif dan utuh.
Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Bupati Dian Rachmat Yanuar dan jajaran Dinas PUTR justru menunjukkan respons cepat dengan langsung melakukan normalisasi saluran drainase serta langkah penataan kawasan.
Bahkan pemerintah mulai mendorong pentingnya pembangunan berwawasan lingkungan kepada para pelaku wisata dan pihak terkait di kawasan tersebut.
Artinya, pemerintah tidak sekadar hadir setelah persoalan muncul, tetapi juga mulai membenahi akar masalah agar kejadian serupa bisa diminimalisasi di masa depan.
Dalam situasi seperti ini, kritik tentu sah dan diperlukan. Tetapi akan lebih bijak jika kritik juga disertai pemahaman bahwa kawasan Cisantana memang sedang berkembang pesat sebagai daerah wisata dan permukiman.
Perkembangan kawasan tanpa pengelolaan lingkungan yang seimbang memang berpotensi menimbulkan persoalan tata air, drainase, dan resapan.
Karena itu, kurang tepat apabila seluruh beban persoalan seolah diarahkan hanya kepada pemerintah, sementara perubahan kawasan sendiri melibatkan banyak aktivitas dan kepentingan. Pemerintah memiliki tanggung jawab melakukan penataan, tetapi kesadaran lingkungan juga menjadi tanggung jawab bersama, termasuk para pelaku usaha dan masyarakat sekitar.
Yang perlu diapresiasi, pemerintah tidak memilih diam ataupun saling menyalahkan. Pemerintah hadir dengan tindakan nyata di lapangan, sambil mulai membangun kesadaran pentingnya pembangunan yang lebih tertata dan ramah lingkungan.
Masyarakat tentu berharap penanganan ini terus berlanjut dan menjadi evaluasi bersama. Sebab pembangunan daerah yang sehat bukan hanya soal mencari siapa yang salah saat masalah muncul, tetapi bagaimana semua pihak ikut mengambil bagian dalam memperbaiki keadaan.


















