Wabup Tuti mengapresiasi inisiatif warga yang secara swadaya berupaya mencegah kerusakan semakin parah.
“Amih sangat mengapresiasi masyarakat. Ini bentuk kepedulian yang luar biasa. Ketika melihat ada kondisi yang berisiko, masyarakat tidak menunggu bantuan pemerintah atau dinas terkait, tetapi langsung bergerak sesuai kemampuan,” kata Tuti.
Menurutnya, semangat gotong royong masyarakat harus direspons pemerintah dengan langkah teknis yang cepat dan tepat. Terlebih, kondisi pondasi jembatan sudah mengalami pengikisan sehingga perlu segera diperiksa untuk menentukan bentuk penanganannya.
“Ini sifatnya darurat. Kita tidak ingin menunggu sampai terjadi sesuatu yang membahayakan. Karena itu kita upayakan dinas terkait turun langsung untuk melihat kondisinya dan menentukan penanganan yang lebih maksimal,” ujarnya.
Tak berhenti pada peninjauan, Wabup Tuti langsung berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, Ir. I. Putu Bagiasna, MT.
Wabup meminta Dinas PUTR segera melakukan pengecekan lapangan terhadap kondisi pondasi Jembatan Galumpit. Survei teknis tersebut diperlukan untuk memastikan tingkat kerusakan sekaligus menentukan langkah penanganan sesuai kondisi jembatan.
Bagi warga, kedatangan Wabup secara langsung menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap persoalan infrastruktur yang mereka hadapi.
“Rasanya seperti diperhatikan. Ibarat seorang ibu, tidak akan tega melihat anaknya kesusahan,” ungkap Andi.
Ia mengaku bersyukur karena kepedulian masyarakat mendapat respons cepat dari pemerintah daerah.
“Kami masyarakat berusaha melakukan apa yang kami mampu. Kalau memang bisa dikerjakan bersama-sama, kenapa tidak. Yang penting jalan ini tetap bisa digunakan dan masyarakat tidak dalam bahaya,” tuturnya.
Wabup Tuti menegaskan, apa yang dilakukan masyarakat merupakan contoh nyata gotong royong dalam menjaga fasilitas umum dan keselamatan bersama.
“Yang luar biasa adalah kepedulian masyarakatnya. Ini bukan sekadar soal memperbaiki jembatan, tetapi bagaimana masyarakat ikut menjaga keselamatan pengguna jalan dan keberlangsungan aktivitas ekonomi warga,” pungkasnya.(Heryanto)

















