ELTV SATU || KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah agar tidak sekadar tercatat dalam administrasi dan terpelihara, tetapi juga mampu menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi baru.
Langkah konkret tersebut terlihat dari pemanfaatan gedung bekas Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang kini disewakan kepada PT Bhinneka Sangkuriang Transport untuk operasional outlet Bhisa Shuttle.
Outlet transportasi tersebut resmi dibuka melalui acara tasyakuran dan pembukaan outlet pada Jumat (30/10/2026).
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kuningan, H. Deden Kurniawan Sopandi, AKS., S.E., M.Si., CFr.A., QRMP., mengatakan, optimalisasi aset daerah merupakan salah satu strategi pemerintah dalam menggali sumber PAD di luar sektor pajak dan retribusi yang langsung membebani masyarakat.
Menurutnya, aset milik pemerintah daerah harus dikelola secara produktif sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
“Bagaimana aset itu tidak hanya dicatat dan dipelihara, tetapi juga bisa menghasilkan pendapatan asli daerah. Contohnya, hari ini kita melakukan pembukaan outlet Bhinneka melalui kerja sama yang sudah dilaksanakan antara pemerintah daerah dengan Bhinneka,” ungkap Deden seusai acara.
Ia menjelaskan, kerja sama pemanfaatan gedung tersebut memberikan tiga keuntungan sekaligus bagi pemerintah daerah. Pertama, menghasilkan pendapatan dari uang sewa. Kedua, biaya pemeliharaan aset menjadi tanggung jawab pihak penyewa. Ketiga, menghadirkan aktivitas usaha baru yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi.
Untuk pemanfaatan gedung bekas Kesbangpol tersebut, skema yang diterapkan adalah sewa selama lima tahun dengan nilai Rp66 juta per tahun.

















