“Urusan sampah bukan hanya urusan Dinas Lingkungan Hidup. Ini tanggung jawab kita bersama, mulai dari bupati, wakil bupati, sekda, kepala perangkat daerah, camat, hingga seluruh masyarakat. Kita harus bersama-sama perang melawan sampah dari hulu sampai hilir,” tegasnya.
Bupati Dian mengungkapkan bahwa peningkatan volume sampah menjadi tantangan serius ke depan. Bahkan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur Kuningan diperkirakan menghadapi keterbatasan daya tampung apabila tidak segera dilakukan langkah pengelolaan yang lebih baik.
“Setiap hari sampah yang dihasilkan masyarakat Kuningan sangat besar. Apalagi saat musim liburan, akhir pekan panjang, dan banyak wisatawan datang ke Kuningan, volume sampah semakin meningkat,” jelasnya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang BRI Kuningan Slamet Riadi mengatakan bantuan CSR tersebut merupakan bentuk kepedulian BRI terhadap lingkungan dan dukungan terhadap program pemerintah daerah.
“BRI menyerahkan satu unit mobil pengangkut sampah sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sosial dan lingkungan hidup di Kabupaten Kuningan. Harapannya kendaraan ini dapat membantu pemerintah daerah, khususnya DLH, dalam mengangkut sampah dan memberikan dampak positif bagi kebersihan Kuningan,” ujar Slamet.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat sinergi antara dunia perbankan dan pemerintah daerah.
Kepala DLH Kabupaten Kuningan Ir. Usep Sumirat menyampaikan terima kasih atas bantuan CSR dari BRI. Menurutnya, kendaraan tersebut sangat membantu di tengah keterbatasan sarana pengangkutan sampah.
“Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah menghadapi tantangan dari sisi pendanaan untuk penambahan armada. Dengan adanya bantuan CSR ini tentu sangat meringankan,” kata Usep.
Ia menjelaskan, mobil pengangkut sampah tersebut nantinya akan difokuskan untuk mendukung pelayanan kebersihan di jalur perkotaan Kuningan.
“Selama ini jalur kota dilayani sekitar tiga dump truck setiap hari, namun pada waktu tertentu seperti hari libur atau adanya kegiatan besar, volume sampah meningkat dan terkadang belum seluruhnya tertangani. Kendaraan ini akan menjadi armada pendukung untuk membantu pengangkutan sampah,” jelasnya.
Usep berharap ke depan dukungan dari pihak swasta melalui program CSR dapat terus berlanjut, termasuk kemungkinan penambahan armada yang lebih besar.
“Semoga BRI semakin maju dan ke depan bisa terus bersinergi membantu pengelolaan sampah di Kabupaten Kuningan,” pungkasnya.(Heryanto)


















