Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan olahraga catur. Ia bahkan berjanji akan meningkatkan nilai hadiah dan memperluas kategori pertandingan pada penyelenggaraan berikutnya.
“Jika antusiasme terus meningkat, tahun depan kita siapkan hadiah lebih besar dan membuka kategori master,” kata Bupati.
Dalam sambutannya, Bupati juga mengangkat filosofi permainan catur sebagai olahraga yang mengasah strategi, ketekunan, serta keberanian dalam mengambil keputusan. Ia mengibaratkan kehidupan sebagai permainan catur yang membutuhkan perhitungan matang dan kesabaran untuk mencapai keberhasilan.
Turnamen ini, lanjutnya, sengaja difokuskan bagi kategori non-master sebagai upaya membuka ruang bagi talenta-talenta muda agar dapat berkembang melalui kompetisi yang sehat dan berkelanjutan.
“Kepada para atlet muda, jangan ragu untuk terus melangkah. Semua grandmaster berawal dari proses panjang. Ingat, proses tidak akan mengkhianati hasil,” pesannya.
Bupati juga menugaskan jajaran olahraga daerah untuk lebih serius dalam pembinaan, termasuk mendorong Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kuningan agar mampu mencetak atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah.
Turnamen Catur Bupati Cup I secara resmi dibuka oleh Bupati Kuningan dan diharapkan menjadi agenda rutin tahunan dalam upaya membangun ekosistem olahraga catur yang lebih kompetitif di daerah.(Heryanto)


















