“Saya sudah berkali-kali menyampaikan dalam rapat SPPG. Kalau masih ada yang membandel dan nakal, saya akan meminta Sekda bertindak lebih tegas. Saya tidak punya kepentingan apa pun, selain ingin melihat MBG di Kuningan berjalan lancar sesuai SOP dan ketentuan,” tandasnya.
SPPG Membandel Bisa Direkomendasikan Ditutup
Ketika ditanya mengenai kemungkinan penutupan SPPG yang masih melakukan pelanggaran, Dian menyerahkan kewenangan rekomendasi kepada Satgas MBG Kabupaten Kuningan.
Ia meminta Sekda selaku Ketua Satgas untuk meningkatkan pengawasan dan tidak ragu mengambil langkah tegas terhadap pengelola yang terus mengabaikan aturan.
“Kalau yang membandel, saya persilakan Pak Sekda sebagai Ketua Satgas untuk bertindak tegas. Kalau memang masih membandel, silakan berikan rekomendasi untuk ditutup atau langkah lainnya sesuai ketentuan,” ujarnya.
Dian menilai, para pengelola SPPG telah memiliki waktu yang cukup untuk melakukan konsolidasi, memperbaiki kualitas menu, serta menyesuaikan pelaksanaan program dengan SOP yang berlaku.
Karena itu, ia tidak ingin persoalan yang terus berulang justru menghambat tujuan utama program MBG, yakni memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Sudah berbulan-bulan, bahkan hampir setahun, mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki menu dan menyesuaikan dengan SOP. Saya ingin program Presiden yang bagus ini benar-benar diamankan. Jangan sampai terjadi penyelewengan di bawah yang akhirnya membuat program ini tidak maksimal,” pungkasnya.
Dian juga mengingatkan bahwa MBG menggunakan anggaran APBN dalam jumlah sangat besar. Oleh karena itu, setiap rupiah yang dialokasikan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan justru disalahgunakan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan berlebihan.
“Kasihan uang rakyat ini. Anggarannya sampai triliunan rupiah. Jangan sampai manfaatnya tidak maksimal diterima oleh rakyat kita,” tegasnya.(Heryanto)

















