Suwenda mengatakan, Kemendukbangga/BKKBN juga menyampaikan beberapa pesan utama dalam Harganas tahun ini.
Pertama, keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk belajar dicintai, didengar, dan dihargai. Kedua, pengasuhan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan oleh ayah dan ibu sebagai satu tim.
“Terakhir, keterlibatan ayah berperan penting dalam memperkuat ketahanan keluarga, perkembangan sosial-emosional anak, kesehatan mental, hingga capaian pendidikan,” katanya.
Selain itu, kata Suwenda, para orang tua juga diimbau untuk bijak dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak.
“Perkembangan teknologi diharapkan dapat dimanfaatkan secara produktif tanpa mengurangi kualitas interaksi dan kedekatan antaranggota keluarga,” katanya. Harganas diperingati setiap tanggal 29 Juni sebagai penghormatan atas peristiwa bersejarah Yogya Kembali pada 29 Juni 1949.
Ketika itu, seusai berperang, para pejuang Indonesia dapat kembali berkumpul bersama keluarga setelah perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda.
Melalui peringatan Harganas Tahun 2026 ini, pemerintah berharap seluruh keluarga Indonesia semakin menyadari pentingnya peran keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa dan penguatan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. (Bd)












