ELTV SATU || KUNINGAN – Sebanyak 76 sekolah SMP/MTs se-Kabupaten Kuningan mengirimkan siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) untuk berkompetisi dalam Ciremai Smart Competition (CSC) 2026. Bukan sekadar adu kecerdasan, ajang ini menjadi pintu bagi pelajar dari keluarga kurang mampu untuk meraih prestasi sekaligus membuka peluang beasiswa pendidikan.

Babak penyisihan CSC 2026 digelar Waroeng Rakyat bersama Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kuningan-Yogyakarta (IKA IPMK-YK), Rabu (4/11/2026), di GOR H. Tjetje Priatna, SMK Pertiwi Kuningan.
Mengusung tema “Membuktikan Kemampuan, Menyalakan Harapan”, kompetisi ini secara khusus memberikan ruang bagi siswa penerima PIP untuk menunjukkan kemampuan akademik dan membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang meraih masa depan.
Babak penyisihan dibuka Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn., yang mengapresiasi kolaborasi penyelenggara dalam memperluas akses pendidikan bagi pelajar.
Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi. Karena itu, kompetisi seperti CSC perlu didorong agar mampu membuka akses beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi.
“Pelajar penerima PIP harus mendapatkan pengajaran dan kesempatan yang sama. Prestasi peserta CSC perlu didorong agar mereka memiliki akses beasiswa ke jenjang pendidikan lanjutan, bahkan hingga perguruan tinggi,” tegas Tuti.
Ketua Pelaksana CSC 2026, Reza Amarulloh, menyebut tingginya partisipasi sekolah menunjukkan antusiasme pelajar terhadap kompetisi ini. Sebanyak 76 sekolah telah melewati proses verifikasi dan mengirimkan delegasi terbaiknya.

















