Ia mengutip falsafah budaya Kuningan, “Suci, Papabri, Rancage Gawe”, yang menurutnya menjadi pedoman dalam berkarya dan mengabdi kepada masyarakat.
“Dalam budaya Kuningan ada prinsip niat baik dan cara baik. Tantangan pasti ada, tetapi kalau dilakukan dengan hati bersih dan tulus, insya Allah akan diberikan jalan,” ungkapnya.
Kang Dadan mencontohkan perjalanan Kopi Hawu yang telah berjalan selama lima tahun dengan menghadirkan berbagai event kebudayaan berkat dukungan masyarakat dan pemerintah daerah.
Dalam waktu dekat, Kopi Hawu akan kembali menggelar event budaya bertajuk “Milangkala” pada September 2026. Ia menyebutkan, kegiatan tersebut kini telah masuk dalam kalender event Jawa Barat dan diharapkan dapat menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Kuningan.
“Milangkala Kopi Hawu akan digelar tanggal 23 September. Kami berharap bisa menjadi satu rangkaian dengan Hari Jadi Kota Kuningan sehingga menjadi simbol kebudayaan yang memperkuat identitas daerah,” jelasnya.
Terkait kemungkinan kehadiran Dedi Mulyadi dalam acara tersebut, Kang Dadan mengaku pihaknya akan berupaya mengundang Gubernur Jawa Barat tersebut.
“Insya Allah akan kami undang. Jika beliau berkenan hadir, tentu menjadi kehormatan besar bagi kami dan masyarakat Kuningan,” pungkasnya.(Heryanto)
















