“Penanganan ATM harus menjadi program bersama yang berkelanjutan. Diperlukan kolaborasi lintas sektor agar langkah yang dilakukan selaras dengan kebijakan nasional dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Bupati.
Ia juga memaparkan sejumlah strategi yang akan diperkuat, di antaranya peningkatan layanan kesehatan primer melalui puskesmas, pustu, posyandu, dan kader kesehatan, memperluas penemuan kasus secara aktif, menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap pasien, memperkuat sinergi lintas sektor, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan.
Data yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan bahwa hingga tahun 2026 terdapat 97 kasus AIDS, 2.885 kasus Tuberkulosis, dan 3 kasus Malaria di Kabupaten Majalengka. Data tersebut menjadi dasar penyusunan langkah strategis penanganan yang lebih efektif dan berkesinambungan.
Kehadiran Dandim 0617/Majalengka dalam kegiatan tersebut menjadi wujud dukungan TNI terhadap program pemerintah daerah, khususnya dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mendukung percepatan penanganan penyakit menular di Kabupaten Majalengka. (Pendim_0617/VC)


















