Rangkaian kegiatan dimulai dari doa bersama dan tabur bunga di Makam Pangeran Muhammad, dilanjutkan ziarah ke Makam Mbah Badori, kemudian berjalan kaki menuju TPU Girilawungan melalui rute Pendopo – Jalan Ahmad Yani – Jalan KH Abdul Halim. Di lokasi tersebut dilaksanakan hadoroh, tahlil, tabur bunga, serta pemberian santunan kepada anak yatim piatu.
Dalam sambutannya, Bupati Majalengka menyampaikan bahwa ziarah makam para tokoh ini merupakan momentum penting untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus rangkaian peringatan hari jadi Majalengka yang ke-186.
“Ini merupakan pertama kalinya kita melaksanakan ziarah ke makam Bupati pertama Majalengka sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Majalengka ke-186. Selain itu, peringatan ini menjadi tonggak sejarah setelah perubahan Hari Jadi Majalengka dari 7 Juni menjadi 11 Februari,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, perubahan Hari Jadi Majalengka menjadi 11 Februari didasarkan pada kajian akademik dan sejarah yang komprehensif, melibatkan sejarawan, akademisi, budayawan, serta berbagai elemen masyarakat. Berdasarkan kajian tersebut, pada 11 Februari 1840 Gubernur Jenderal Hindia Belanda D.J. de Eerens mengeluarkan Besluit Nomor 2 yang mengubah nama Kabupaten Maja menjadi Kabupaten Majalengka.
Sementara itu, Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Fahmi Guruh Rahayu menyampaikan bahwa kehadiran TNI dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian nilai sejarah dan penghormatan kepada para tokoh yang telah berjasa membangun Majalengka.
“Kegiatan ziarah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meneladani semangat perjuangan para pendahulu dalam membangun daerah serta memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ziarah makam tersebut ditutup dengan ramah tamah di Pendopo Kabupaten Majalengka dan berlangsung dengan tertib, aman, serta penuh khidmat. (Pendim_0617/ Vicky)


















