Kepala DISPERKIMTAN Kabupaten Kuningan, Dr. H. Deni Hamdani, S.Sos., M.Si., pada hari Rabu 29-4-2026, menegaskan bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam mengelola sampah dari sumbernya.
“Perubahan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. Jika dilakukan secara konsisten, dampaknya akan meluas,” ujarnya.
Keunggulan program ini terletak pada penerapan kebiasaan harian yang sederhana dan mudah dilakukan. Para pegawai tidak hanya menerapkannya di kantor, tetapi juga di rumah, sehingga tercipta siklus pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan bernilai.
Model “SAE Zero Waste” dinilai potensial untuk direplikasi di tingkat masyarakat, mulai dari RT hingga RW, sebagai gerakan kolektif menuju lingkungan bebas sampah.
Dengan konsistensi dari hal kecil, DISPERKIMTAN Kuningan menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukanlah sesuatu yang rumit. Gerakan yang dimulai dari meja kerja ini diharapkan mampu meluas menjadi budaya bersama demi mewujudkan Kuningan yang lebih bersih dan lestari.
“Hayu wargi Kuningan sadayana, urang wujudkan Kuningan Lestari sareng Indonesia ASRI,” ajaknya.(Heryanto)


















