Di sisi lain, Disdikbud juga terus menggencarkan upaya menekan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS). Berdasarkan data Kemendikdasmen Jawa Barat per 8 Juli 2026, Kabupaten Kuningan berada di urutan ke-18 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dengan jumlah ATS sebanyak 11.247 anak.
Meski demikian, Dicky menegaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan tren yang menggembirakan karena jumlah ATS terus mengalami penurunan.
“Alhamdulillah, dibandingkan Januari 2026 jumlah ATS di Kabupaten Kuningan sudah turun sekitar 6,12 persen,” katanya.
Ia menjelaskan, pada Desember 2025 jumlah ATS di Kabupaten Kuningan masih mencapai 12.327 anak. Berbagai langkah seperti pendataan, pendampingan, serta mengembalikan anak ke layanan pendidikan formal maupun pendidikan kesetaraan melalui PKBM terus dilakukan secara berkelanjutan.
Disdikbud optimistis tren positif tersebut akan terus berlanjut. Hingga akhir 2026, pihaknya menargetkan jumlah Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Kuningan dapat ditekan hingga berada di bawah angka 10 ribu anak.
“Kami akan terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar semakin banyak anak dan masyarakat kembali memperoleh akses pendidikan. Harapannya, angka Anak Tidak Sekolah terus menurun dan Rata-rata Lama Sekolah masyarakat Kabupaten Kuningan semakin meningkat,” pungkas Dicky.(Heryanto)


















