“Data dan analisis yang dihasilkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, perencanaan intervensi, serta penguatan sistem surveilans di daerah,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan Kabupaten Kuningan melakukan pemetaan secara lengkap, akurat, dan tepat waktu menunjukkan kuatnya koordinasi, profesionalisme sumber daya manusia, serta dukungan lintas sektor. Kolaborasi antara perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, unsur pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam membangun sistem pencegahan dan kewaspadaan dini yang efektif.
Penghargaan tersebut, lanjutnya, bukan hanya simbol prestasi, tetapi juga motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memperkuat ketahanan daerah terhadap ancaman Penyakit Infeksi Emerging di masa mendatang.
“Melalui komitmen berkelanjutan, Kabupaten Kuningan diharapkan mampu menjadi contoh praktik baik dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat di tingkat nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., memberikan apresiasi kepada jajaran Dinas Kesehatan atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam memperkuat sistem surveilans kesehatan serta kesiapsiagaan daerah terhadap potensi ancaman penyakit infeksi emerging.
Ia mengatakan, keberhasilan tersebut mencerminkan sinergi seluruh tenaga kesehatan dalam melakukan identifikasi, pemetaan, serta penyusunan rekomendasi risiko secara komprehensif dan terukur, sehingga mampu memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat Kabupaten Kuningan. (Heryanto)


















