Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

Kopi Karangsari Mendunia, Petani Berharap Pemkab Kuningan Segera Perbaiki Akses Jalan Menuju Kebun

31
×

Kopi Karangsari Mendunia, Petani Berharap Pemkab Kuningan Segera Perbaiki Akses Jalan Menuju Kebun

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU || KUNINGAN – Keberhasilan Kopi Karangsari dari Desa Karangsari, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, menembus festival kopi internasional di Bangkok, Thailand, menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Namun di balik prestasi tersebut, masih tersimpan persoalan mendasar yang hingga kini belum terselesaikan, yakni kondisi akses jalan menuju kawasan perkebunan kopi yang dinilai belum memadai.

Pasang Iklan Disini Scroll ke Bawah
idth="300"
Scroll ke Bawah

Hal itu terungkap dalam wawancara ELTVSATU bersama Aen, S.Pd., pelopor pengembangan Kopi Karangsari, Dede Rokanda selaku penerus pengelola Merta Kopi sekaligus Sekretaris Desa Karangsari, serta Kepala Desa Karangsari Sahidin (Aldi), di Balai Desa Karangsari, Senin (3/8/2026).

Baca Juga :  GEBER Jumat di Indrakila: Kolaborasi Bersihkan Lingkungan dan Bangun Kepedulian

Aen, S.Pd. menjelaskan, perjalanan Kopi Karangsari bermula dari kolaborasi masyarakat desa dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, para petani kopi, dan Hj. Tati dari Cirebon. Saat itu sekitar 64 ton kopi cherry dari kawasan Pasir Batang diolah sebagai langkah awal membangun kualitas kopi Karangsari.

Meski sempat menghadapi kendala tingginya kelembapan yang menyebabkan kadar air kopi kembali meningkat setelah penyimpanan, semangat masyarakat tidak pernah surut. Proses penjemuran bahkan dipindahkan ke Cirebon demi menjaga mutu kopi.

Baca Juga :  Ngunjung Buyut Nyimas Jemaras di Cirebon Hidupkan Tradisi Warga

“Perjalanan itu menjadi awal berkembangnya kopi Karangsari hingga akhirnya diteruskan oleh komunitas Destana Kopi yang kemudian berkembang menjadi Merta Kopi. Berkat pendampingan Bank Indonesia, kopi Karangsari kini dikenal hingga tingkat internasional,” ujarnya.

Menurut Aen, Desa Karangsari memiliki potensi besar sebagai sentra kopi sekaligus kawasan wisata alam. Namun, potensi tersebut belum didukung infrastruktur yang memadai.

Baca Juga :  Unjuk Rasa Aliansi Masyarakat di Depan DPR RI Berujung Ricuh, DPR Buka Suara

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kuningan dapat memberikan perhatian serius terhadap pembangunan dan perbaikan akses jalan menuju kawasan perkebunan kopi. Jalan yang layak diyakini akan mempermudah aktivitas petani, memperlancar distribusi hasil panen, serta membuka peluang berkembangnya wisata kopi di Desa Karangsari.

Sementara itu, Dede Rokanda menjelaskan, pengembangan modern Kopi Karangsari dimulai pada 2019 ketika para pemuda desa mempelajari teknik budidaya dan pengolahan kopi secara profesional melalui pendampingan Bank Indonesia Cirebon.

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin