Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
NewsPendidikan

Disdikbud Kuningan Kecam Bullying, Kasus Siswa SMP Japara Diusut

30
×

Disdikbud Kuningan Kecam Bullying, Kasus Siswa SMP Japara Diusut

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU || KUNINGAN – Dugaan perundungan atau bullying yang melibatkan siswa kelas VII di salah satu SMP di Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan, menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat. Insiden yang menyebabkan seorang siswa mengalami mual dan muntah setelah diduga kemasukan cairan pembersih lantai itu memicu keprihatinan sekaligus kecaman terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.

Korban mengalami insiden pada Senin (12/10/2026) saat berada di lingkungan sekolah. Setelah mendapatkan pertolongan pertama di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), korban dibawa ke Puskesmas Japara sebelum dirujuk ke RSUD Linggarjati untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga :  Kadisdik Kuningan Dorong Sinergi Disdik–Kemenag Lewat Penguatan Organisasi Guru Madrasah

Peristiwa tersebut turut mendapat perhatian Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, bersama jajaran Disdikbud yang menjenguk korban pada Selasa (13/10/2026). Kepolisian juga menaruh perhatian terhadap kasus tersebut untuk mendalami kejadian yang sebenarnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kuningan, Rizal Arif Gunawan, mengatakan pihaknya telah mendatangi sekolah dan rumah sakit untuk memantau kondisi korban sekaligus berkoordinasi dengan pihak sekolah.

Saat melakukan pemantauan pada Selasa pagi, Rizal menyebut kondisi korban mulai membaik. Ia berharap siswa tersebut segera pulih dan dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca Juga :  Kes Harata Mengamuk! Lamping United Dibantai 12-0 di Laga Pembuka Liga Jabar Istimewa U-14

“Kondisi korban tadi pagi saya melihat, kebetulan saya mendampingi, sudah membaik. Mudah-mudahan secepatnya bisa kembali sehat dan pulang,” ujarnya.

Disdikbud Tekankan Penanganan Serius

Rizal menegaskan, setiap persoalan yang melibatkan siswa harus ditangani secara serius dengan mengedepankan perlindungan anak. Pihak sekolah juga diminta melibatkan orang tua siswa agar persoalan dapat diselesaikan secara menyeluruh dan tidak kembali terulang.

“Kami menekankan kepada pihak sekolah untuk menyelesaikan setiap permasalahan dengan melibatkan orang tua. Tidak hanya siswanya yang diberi peringatan, tetapi orang tuanya juga dipanggil agar mengetahui kejadian yang berlangsung,” katanya.

Baca Juga :  Laporan Dicabut, Uang Rp26 Juta Muncul: Misteri Ferrari Rp4,2 Miliar di Kuningan Kian Menggelinding

Menurutnya, pembinaan terhadap siswa tidak cukup dilakukan melalui teguran di sekolah. Peran keluarga sangat penting untuk membentuk perilaku anak, menanamkan rasa tanggung jawab, serta mencegah tindakan yang dapat membahayakan teman sebaya.

Rizal juga mengingatkan bahwa perundungan bukan persoalan sepele. Selain berpotensi menimbulkan cedera fisik, tindakan kekerasan dapat meninggalkan trauma psikologis yang berdampak terhadap perkembangan anak dalam jangka panjang.

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin