Ia menegaskan, PESONA SD tidak hanya berorientasi pada promosi sekolah atau penataan lingkungan fisik, tetapi lebih jauh diarahkan untuk memperkuat budaya sekolah yang positif, meningkatkan mutu layanan pendidikan, membangun karakter warga sekolah, serta mendorong lahirnya inovasi yang berkelanjutan.
“Potensi yang dimiliki setiap sekolah harus dipetakan dan dikembangkan menjadi identitas yang membanggakan. Dari situlah kepercayaan masyarakat akan tumbuh dan kualitas pendidikan dapat terus meningkat,” katanya.
Surya juga mengingatkan bahwa potensi sekolah yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada menurunnya daya saing, rendahnya minat masyarakat, serta semakin lebarnya kesenjangan kepercayaan terhadap sekolah-sekolah tertentu.
Melalui sosialisasi ini, Disdikbud mengajak seluruh kepala sekolah untuk mengimplementasikan PESONA SD sesuai karakteristik dan potensi masing-masing satuan pendidikan. Kolaborasi antara sekolah, pemerintah, orang tua, dan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan dasar yang unggul, inovatif, dan berkarakter.
Disdikbud Kabupaten Kuningan berharap PESONA SD mampu menjadi inovasi strategis dalam memperkuat mutu pendidikan dasar, menghadirkan sekolah-sekolah yang memiliki identitas kuat, citra positif, serta mampu melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(Heryanto)


















