ELTV SATU || KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) terus menggenjot perbaikan infrastruktur jalan sepanjang tahun 2026. Meski puluhan miliar rupiah telah dialokasikan, kondisi fiskal daerah membuat penanganan jalan rusak belum bisa dilakukan secara menyeluruh.
Kepala DPUTR Kabupaten Kuningan Ir. I. Putu Bagiasna, MT, melalui Kepala Bidang Bina Marga Teddy Sukmajayadi, ST., M.Si., Selasa (28/7/2026), menjelaskan bahwa saat ini terdapat lima proyek strategis yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan dengan total anggaran Rp29,4 miliar.
Lima ruas jalan tersebut meliputi Cigedang–Cinembey yang telah selesai dikerjakan, Cidahu–Luragung segmen Cidahu–Gunungkarung yang telah rampung pengaspalan (hotmix) dan kini memasuki tahap penyelesaian, Japara–Cikeleng segmen Wano–Cikeleng yang telah selesai hotmix dan masih berlangsung pekerjaan beton, Wanasara–Kertawana yang tengah menyelesaikan bahu beton, serta ruas Simpang Kalapataru–Karangsari yang masih dalam tahap pelaksanaan.
Selain proyek DAK, DPUTR juga telah menyelesaikan penambalan jalan pada jalur mudik Lebaran sepanjang kurang lebih 86 kilometer guna mendukung kelancaran arus lalu lintas saat musim mudik.
Memasuki triwulan ketiga, pemerintah daerah juga akan melaksanakan 62 paket pekerjaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Kuningan dengan nilai kontraktual sekitar Rp19 miliar. Di samping itu, DPUTR menyiapkan sekitar 400 ton material aspal untuk kegiatan penambalan lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Menurut Teddy, berbagai upaya tersebut merupakan bentuk respons pemerintah terhadap banyaknya keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan yang disampaikan melalui surat maupun media sosial.
Ia mengungkapkan, salah satu penyebab meningkatnya kerusakan jalan adalah tidak adanya bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama dua tahun terakhir, yakni 2025 dan 2026.


















