
Bersenjatakan alat seadanya dan sambungan selang air milik warga setempat, tim gabungan bahu-membahu menjinakkan kobaran api yang terus membesar akibat terpaan angin kencang.
“Penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari sisa pembakaran sampah. Faktor cuaca panas ditambah hembusan angin kencang membuat api cepat sekali merembet dan membesar,” jelas Satimin.
Setelah perjuangan melelahkan selama hampir dua jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.25 WIB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden mencekam ini. Kendati demikian, kerugian materiil ditaksir cukup besar setelah lahan kebun bambu seluas kurang lebih 10.000 meter persegi (1 hektare) ludes dilalap si jago merah.
Pihak aparat pun mengimbau warga untuk lebih waspada dan tidak sembarangan membakar sampah, terutama di tengah kondisi angin kencang yang berisiko memicu kebakaran luas. (Pendim_0617/VC)

















