Sementara itu, salah satu alumni sekaligus bagian dari angkatan perintis HIMAPA, Wayank, menyampaikan apresiasinya atas keberlangsungan organisasi yang telah mencapai usia 23 tahun.
Menurutnya, perjalanan panjang HIMAPA menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan dan rasa memiliki mampu menjaga eksistensi organisasi dari generasi ke generasi.
“Bisa bertahan hingga 23 tahun tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Tidak semua organisasi mampu melewati perjalanan panjang seperti ini. Hal tersebut menunjukkan adanya regenerasi dan komitmen dari setiap angkatan untuk mempertahankan HIMAPA,” ungkap Wayank.
Ia menilai kekuatan utama HIMAPA terletak pada nilai kekeluargaan yang menjadi fondasi organisasi.
“Organisasi ini bukan hanya tempat menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk karakter, melatih kepemimpinan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap alam dan masyarakat,” ujarnya.
Wayank juga berpesan kepada anggota aktif agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa melupakan nilai dasar HIMAPA.
“Tantangan ke depan tentu akan berbeda, tetapi selama nilai-nilai dasar organisasi tetap dijaga, HIMAPA akan terus berkembang. Terus belajar, terus berproses, dan tetap menghargai perjuangan para senior yang telah membangun pondasi organisasi,” pesannya.
Ia berharap Dies Natalis ke-23 dapat menjadi momentum evaluasi sekaligus langkah baru bagi HIMAPA FEB Universitas Kuningan untuk semakin maju.
“Semoga HIMAPA semakin dewasa, semakin solid, dan mampu melahirkan kader-kader yang berintegritas. Jadikan Glow, Grow, Go sebagai komitmen bersama untuk terus berkembang serta memberi manfaat bagi kampus, masyarakat, dan lingkungan,” pungkasnya.
Melalui peringatan Dies Natalis ke-23 ini, HIMAPA FEB Universitas Kuningan kembali menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi yang tidak hanya bergerak dalam bidang kecintaan terhadap alam, tetapi juga berperan dalam membangun karakter, solidaritas, dan kepemimpinan mahasiswa.(Heryanto)


















