Ia juga menyampaikan kabar membanggakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuningan akan menerima PGM Award sebagai bentuk apresiasi atas hibah lahan seluas 3.000 meter persegi kepada Kementerian Agama. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah terhadap kemajuan pendidikan madrasah.
Opik menambahkan, pelaksanaan HUT di Ciawigebang dipilih karena kawasan perkotaan Kuningan sedang menjadi pusat penyelenggaraan MTQ tingkat kabupaten. Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap doorprize kegiatan, termasuk tambahan satu unit sepeda dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan sehingga total hadiah utama menjadi dua unit sepeda.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Drs. H. Ahmad Handiman Romdoni, M.Si., memberikan penghargaan kepada PD PGM Kabupaten Kuningan dan PC PGM Ciawigebang atas terselenggaranya peringatan HUT ke-18 yang dinilai mampu mempererat kebersamaan keluarga besar madrasah.
Ia berharap PGM terus berkembang menjadi organisasi profesi yang mampu memperjuangkan aspirasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru madrasah. Momentum ini juga diharapkan menjadi sarana penyegaran agar para pendidik kembali bersemangat dan lebih optimal dalam menjalankan tugas mendidik generasi bangsa.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Dr. H. Uu Kusmana, menyampaikan permohonan maaf karena Bupati tengah melaksanakan tugas dinas di Jakarta.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa peringatan HUT PGM tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum refleksi atas dedikasi guru madrasah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pemerintah Kabupaten Kuningan, lanjutnya, mendorong guru madrasah untuk terus meningkatkan kompetensi, menghadirkan inovasi pembelajaran, serta memanfaatkan teknologi secara bijaksana. Guru juga diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional, sosial, spiritual, dan berakhlakul karimah.
Sekda juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama meningkatkan angka Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Kuningan dengan mencegah anak putus sekolah melalui edukasi dan kepedulian bersama. Selain itu, masyarakat diajak memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan berpartisipasi dalam kegiatan donor darah sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.
Peringatan HUT ke-18 PGM Indonesia di MAN 2 Ciawigebang pun menjadi bukti bahwa organisasi guru madrasah tidak hanya berperan dalam meningkatkan profesionalisme pendidik, tetapi juga aktif menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kegiatan sosial, kesehatan, dan penguatan mutu pendidikan.(Heryanto)


















