ELTV SATU || KUNINGAN – Di balik senyum hangatnya, tersimpan luka yang tak pernah benar-benar hilang. Kehilangan putra tercinta akibat kanker justru mengubah duka menjadi kekuatan. Dari pengalaman itulah, Pinta Manullang Panggabean, Ketua Yayasan Anyo Indonesia sekaligus pengelola Rumah Anyo di Jakarta, mendedikasikan hidupnya untuk membantu anak-anak pejuang kanker beserta keluarganya di seluruh Indonesia.

Pesan penuh harapan itu ia sampaikan di sela-sela kegiatan Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Anak bagi tenaga kesehatan dan kader PKK Kabupaten Kuningan yang berlangsung di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Jumat (31/7/2026).
Menurut Pinta, Yayasan Anyo Indonesia yang telah berdiri selama 14 tahun tidak hanya menyediakan Rumah Anyo sebagai rumah sementara bagi anak-anak penderita kanker yang dirujuk ke Jakarta, tetapi juga terus bergerak melakukan edukasi agar semakin banyak anak dapat didiagnosis sejak dini.
“Selama ini banyak anak datang kepada kami ketika penyakitnya sudah berada pada stadium lanjut. Padahal jika kanker ditemukan sejak dini, peluang sembuh anak sangat tinggi. Anak-anak belum memiliki banyak penyakit penyerta seperti orang dewasa. Karena itu kami terus menggelar edukasi dari Aceh sampai Papua, termasuk hari ini di Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Rumah Anyo hadir sebagai tempat tinggal sementara yang dapat diakses secara gratis bagi keluarga pasien yang menjalani pengobatan di Jakarta, khususnya di sekitar rumah sakit rujukan. Di sana, keluarga pasien tidak hanya memperoleh tempat tinggal yang nyaman, tetapi juga kebutuhan makan, transportasi hingga pendampingan selama proses pengobatan.
Bahkan, ketika ada pasien yang tidak dapat diselamatkan, Yayasan Anyo Indonesia turut berupaya membantu keluarga agar jenazah anak dapat dipulangkan ke daerah asal.
“Kami memahami betul bagaimana beratnya perjuangan orang tua. Mereka datang dari daerah, tidak mengenal Jakarta, bingung mencari tempat tinggal, biaya makan, transportasi, bahkan ketika menghadapi kenyataan terburuk sekalipun. Karena kami pernah mengalami semua itu bersama Anyo,” tutur Pinta dengan suara lirih.
Pengalaman pribadi itulah yang menjadi fondasi berdirinya Yayasan Anyo Indonesia.
Ia menegaskan, edukasi kepada masyarakat saja tidak cukup. Tenaga kesehatan, khususnya di puskesmas, memiliki peran yang sangat penting sebagai garda terdepan dalam mengenali gejala kanker pada anak.
“Kalau ada kecurigaan kanker pada anak, jangan ditunda. Jangan diobati sembarangan. Segera dirujuk agar ditangani dokter yang kompeten. Waktu adalah kesempatan hidup bagi anak-anak ini,” tegasnya.
Pinta mengungkapkan, Indonesia masih menghadapi keterbatasan tenaga dokter spesialis hematologi-onkologi anak. Jumlahnya hanya sekitar 83 dokter untuk melayani ribuan pasien anak di seluruh Indonesia. Sementara berdasarkan data Global Cancer, setiap tahun diperkirakan muncul sekitar 11 ribu kasus baru kanker anak di Indonesia.


















