Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
KesehatanNews

Jangan Biarkan Anak Datang Terlambat”: Tangis Seorang Ibu Melahirkan Harapan bagi Anak-Anak Pejuang Kanker di Kuningan

10
×

Jangan Biarkan Anak Datang Terlambat”: Tangis Seorang Ibu Melahirkan Harapan bagi Anak-Anak Pejuang Kanker di Kuningan

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan besar bagi seluruh pihak untuk memperkuat deteksi dini sekaligus memperluas layanan kesehatan yang mampu menangani kanker anak di berbagai daerah.

Jenis kanker anak yang paling banyak ditemukan di Indonesia adalah leukemia atau kanker darah, disusul retinoblastoma atau kanker mata. Khusus retinoblastoma, kata Pinta, menjadi satu-satunya kanker anak yang dapat dideteksi lebih mudah melalui pemeriksaan sederhana sehingga peluang penyembuhannya semakin besar apabila ditemukan sejak awal.

Pasang Iklan Disini Scroll ke Bawah
idth="300"
Scroll ke Bawah

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, peserta juga diperlihatkan demonstrasi penggunaan alat sederhana untuk membantu mengenali tanda awal retinoblastoma.

Baca Juga :  Babinsa Koptu Nopy Kristianto Gelar Aksi GEBBER Bersama Warga di Desa Cibulan

Yayasan Anyo Indonesia juga mengampanyekan gerakan Target 60 in 2030, sejalan dengan target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) agar sedikitnya 60 persen anak penderita kanker di dunia dapat bertahan hidup pada tahun 2030 melalui deteksi dini dan pengobatan yang tepat.

Selain mendorong deteksi dini, Pinta mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat sejak usia dini. Meski penyebab pasti kanker anak hingga kini belum diketahui, ia mengingatkan pentingnya mengurangi berbagai faktor risiko, seperti penggunaan wadah plastik yang tidak sesuai untuk makanan panas, serta membiasakan konsumsi makanan bergizi, sayur, buah, dan gaya hidup sehat.

Baca Juga :  Terkait Isu Lingkungan Dikawasan Arunika,DPRD Kuningan Tinjau Arboretum Arunika

Rumah Anyo sendiri hingga kini masih berpusat di Jakarta. Namun, keberadaannya telah menginspirasi berbagai komunitas di sejumlah daerah untuk mendirikan rumah-rumah singgah serupa bagi keluarga pasien kanker, termasuk di Aceh, Palembang, hingga Bandung.

“Bagi kami tidak penting memakai nama Rumah Anyo. Yang penting semakin banyak orang tergerak membantu. Ini adalah tanggung jawab kita bersama agar tidak ada keluarga yang berjuang sendirian menghadapi kanker anak,” katanya.

Selama 14 tahun berdiri, Rumah Anyo telah menjadi tempat berlindung bagi hampir 300 anak penderita kanker dari berbagai daerah di Indonesia. Namun kenyataan pahit masih harus diterima. Sekitar 30 persen di antaranya telah meninggal dunia karena datang dalam kondisi penyakit yang sudah terlambat ditangani.

Baca Juga :  Kesbangpol Kuningan Dapat Apresiasi, SKT AMPAR Selesai Sehari

Fakta itulah yang membuat Pinta tidak pernah lelah mengajak semua pihak untuk peduli terhadap deteksi dini kanker anak.
“Saya hanya ibu dari Anyo. Saya ingin tidak ada lagi anak-anak lain yang kehilangan kesempatan hidup karena terlambat diketahui. Mari bergandengan tangan bersama kami. Semakin cepat kanker ditemukan, semakin besar harapan anak-anak Indonesia untuk sembuh dan kembali meraih masa depan mereka,” pungkasnya.(Heryanto)

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin