Adapun kekhawatiran bahwa Perumda akan berubah menjadi “calo” adalah hal yang sah. Namun, solusinya bukan menolak kebijakan, melainkan mengawal implementasinya secara ketat. Transparansi harga harus dijaga, pola kemitraan perlu diawasi, dan keterlibatan pelaku usaha lokal harus dipastikan.
Jika dijalankan dengan benar, Perumda justru berpotensi menjadi stabilisator harga dan distribusi, bukan perantara yang oportunistik.
Pada akhirnya, penting untuk membedakan antara ketidaknyamanan jangka pendek dan manfaat jangka panjang. Setiap perubahan sistem hampir selalu memunculkan resistensi, terutama dari pola lama yang telah mapan. Namun, resistensi tidak serta-merta menandakan bahwa perubahan tersebut keliru.
Surat edaran ini bukan tentang mematikan usaha kecil, melainkan upaya menata agar mereka tidak terus berada pada posisi yang lemah.
Jika ada yang perlu dikritisi, maka fokuskan pada implementasi—bukan menolak gagasannya secara mentah. Sebab, tidak jarang sesuatu yang awalnya dianggap ancaman justru menjadi pintu masuk bagi pembenahan yang selama ini tertunda.
Sabtu,18-4-2026
Oleh: Dadan Satyavadin
Pemerhati Kebijakan Publik
Editor: Heryanto


















