“Bagi kami, membantu masyarakat tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan. Kami ingin hadir langsung, bergotong royong dan merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Semoga warga yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan serta dapat segera bangkit kembali,” tuturnya.
Sementara itu, bencana hujan deras disertai angin puting beliung menerjang Desa Mekarsari pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Terjangan angin tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.
Kepala Desa Mekarsari, Carwan, menjelaskan berdasarkan pendataan sementara, sekitar 80 rumah warga terdampak bencana yang tersebar di tiga dusun. Kerusakan paling parah terjadi di Dusun I Kadatuan.
“Dari sekitar 80 rumah yang terdampak, kurang lebih tujuh rumah mengalami kerusakan berat,” jelasnya.
Kehadiran Kapolres dan jajaran Polres Kuningan menjadi suntikan semangat bagi warga yang tengah berupaya memulihkan kondisi pascabencana. Di tengah rumah yang rusak dan harta benda yang terdampak, uluran tangan serta kepedulian berbagai pihak menjadi kekuatan bagi masyarakat untuk kembali bangkit.
Musibah ini sekaligus mengingatkan bahwa semangat gotong royong dan solidaritas sosial sangat dibutuhkan. Sebab, bagi warga yang sedang tertimpa bencana, kehadiran dan bantuan nyata jauh lebih berarti daripada sekadar kata-kata.(Heryanto)

















