Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh fasilitas KDMP Desa Cilaja telah tersedia dan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Dari sisi bangunan, perabot, hingga kendaraan operasional yang disediakan pemerintah pusat, semuanya sudah lengkap dan sesuai standar. Namun, KDMP ini belum dapat dibuka secara resmi karena masih menunggu jadwal peluncuran serentak yang akan dilaksanakan secara nasional,” ujar Letkol Hafda.
Menurutnya, keberadaan KDMP diharapkan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat desa, khususnya dalam mendukung perkembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Melalui koperasi tersebut, distribusi barang diharapkan menjadi lebih efektif dengan memangkas rantai pasok yang panjang, sehingga kebutuhan masyarakat dapat diperoleh dengan harga lebih terjangkau sekaligus memberikan keuntungan bagi produsen maupun konsumen.
Dandim juga memberikan apresiasi kepada pengurus KDMP Desa Cilaja yang tetap aktif mempersiapkan berbagai program meski koperasi belum resmi beroperasi. Pengurus bahkan telah membangun komunikasi dan kerja sama dengan tiga kelompok SPPG sebagai langkah awal mendukung pemasaran serta pengembangan produk UMKM lokal.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program strategis KDMP yang diterapkan di setiap desa. Harapannya, koperasi ini dapat tumbuh dan berkembang serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(Heryanto)


















