Selain pemadaman langsung, petugas memanfaatkan drone berteknologi pencitraan termal untuk mendeteksi titik panas di kawasan terdampak. Langkah ini dilakukan guna membantu pemantauan kondisi dan menentukan kebutuhan penanganan lanjutan.
Pada Kamis, upaya pemadaman berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Namun, berdasarkan laporan terbaru BPBD, penanganan oleh personel gabungan masih terus dilakukan.
Gubernur dan Bupati Tinjau Lokasi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, dan Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani turut meninjau lokasi kebakaran.
Tim gabungan juga menggelar rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan dan dinas terkait. Pembahasan difokuskan pada identifikasi titik api serta pembagian tugas penanganan kebakaran untuk hari berikutnya.
Water Bombing Disiapkan
Sebagai langkah lanjutan, pada Jumat (23/10/2026) dijadwalkan orientasi medan dan operasi pemadaman melalui udara menggunakan helikopter Caracal TNI AU.
Kegiatan tersebut akan didukung tim darat dari VCP Lanud Sugiri Sukani dan diawali dengan apel personel gabungan.
Operasi pemadaman dari udara diharapkan dapat mendukung upaya petugas dalam menjangkau titik-titik api yang sulit ditangani melalui pemadaman darat.
Hingga Kamis malam, luas kebakaran belum dapat dipastikan karena masih dalam proses pendataan. Pemantauan dan pemadaman pun terus dilakukan untuk mengendalikan kebakaran di kawasan konservasi Gunung Ciremai.
Rilis berdasarkan laporan pembaruan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kuningan, Kamis, 22 Oktober 2026.(Heryanto)

















