Nurohim berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan kesetaraan sekaligus membangun karakter peserta didik.
“Di sini mereka belajar kemandirian, kerja sama, saling menolong, kepemimpinan dan kepedulian. Ini menjadi bagian dari sekolah kehidupan yang tidak selalu didapatkan melalui pembelajaran formal di kelas,” katanya.
Ia menambahkan, kemah tersebut juga menjadi ruang bagi antar-PKBM untuk saling bertukar pengalaman, informasi, dan kegiatan.
“Harapan kami, ini menjadi momentum yang baik untuk mempererat hubungan antarpeserta dan antarpengajar PKBM.
Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan menjadi tradisi dari waktu ke waktu,” ungkapnya.
Bupati: Pendidikan Karakter Harus Diperkuat
Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyambut positif pelaksanaan Kemah Bhakti Pendidikan Kesetaraan tersebut.
Menurutnya, kegiatan di alam terbuka memiliki nilai penting dalam membentuk karakter generasi muda, karena peserta tidak hanya menerima pembelajaran secara formal, tetapi juga berlatih menghadapi situasi secara langsung.
“Di sini mereka belajar tentang kemandirian, kerja sama, saling membantu dan kepemimpinan. Ini adalah sekolah yang sebenarnya, karena pembentukan karakter dilakukan langsung melalui pengalaman di lapangan,” ujar Dian.
Ia mengapresiasi Dinas Pendidikan dan FK PKBM Kabupaten Kuningan yang telah menggagas kegiatan tersebut.
Bupati berharap Kemah Bhakti Pendidikan Kesetaraan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Pendidikan serta Forum PKBM. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan ditradisikan dari waktu ke waktu,” katanya.
Kemah Bhakti Pendidikan Kesetaraan diharapkan menjadi sarana memperkuat pendidikan karakter sekaligus menanamkan nilai kemandirian, gotong royong dan kepemimpinan kepada peserta didik PKBM sebagai calon generasi penerus Kabupaten Kuningan.(Heryanto)

















