Ia menegaskan, menghadapi kemarau tidak cukup hanya dengan berdoa. Masyarakat diminta menghemat air, menjaga sungai dan mata air, serta memperkuat penghijauan dan penanaman pohon.
Pemkab Kuningan juga terus menyalurkan bantuan air bersih melalui perangkat daerah, BUMD, BPBD, Perumda Air Minum, TNI, dan Polri ke wilayah yang terdampak kekeringan.
Selain kekurangan air, kemarau panjang juga meningkatkan risiko kebakaran. Sejumlah kejadian telah dilaporkan, di antaranya di Garawangi, Cikananga, dan Tambakbaya.
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Kuningan KH. Dodo Syarif Hidayatullah mengapresiasi langkah Pemkab Kuningan menggelar Salat Istisqa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan.
“Mudah-mudahan Allah mengabulkan doa kita semua,” katanya.(Heryanto)

















