Dukungan penyediaan rumah juga datang dari lembaga filantropi yang membantu sekitar 200 rumah, sementara dunia usaha melalui CSR turut mendukung bedah rumah bagi sekitar 20 rumah.
Pemkab Kuningan juga memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk pembebasan BPHTB dan retribusi PBG sesuai ketentuan, serta mendorong akses pembiayaan melalui FLPP.
Menurut Dian, pembangunan perumahan tidak cukup hanya mengejar jumlah unit. Hunian harus berada di lingkungan yang aman, sehat, nyaman dan didukung sarana serta prasarana yang memadai.
“Penghargaan ini justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan rumah layak. Karena itu, kolaborasi harus terus diperkuat,” tegasnya.
Pemkab Kuningan memastikan program perumahan akan terus dikawal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata.(Heryanto)

















