Sementara itu, Camat Pekalipan Kota Cirebon Yoga Pramono mengungkapkan bahwa Kirab Budaya Pangeran Pulasaren merupakan potensi besar dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayahnya.
Menurutnya, kegiatan yang awalnya diperkirakan diikuti sekitar 800 peserta, ternyata mendapat antusiasme luar biasa hingga lebih dari 1.200 peserta ikut ambil bagian.
“Ini menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki ketertarikan besar untuk menjaga dan memajukan seni budaya. Ke depan, Kecamatan Pekalipan diharapkan dapat menjadi kawasan yang ramah wisata dengan mengangkat potensi seni, budaya, dan kreativitas masyarakat,” kata Yoga.
Ia juga menegaskan bahwa pengembangan kawasan wisata harus dimulai dari lingkungan yang bersih dan tertata sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengapresiasi semangat masyarakat Kecamatan Pekalipan yang telah menghadirkan kegiatan budaya penuh warna dan kebersamaan.
Ia berharap ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan seni dan budaya semakin luas, sehingga budaya Cirebon tidak hanya menjadi warisan, tetapi juga terus hidup dan berkembang.
“Pemerintah Kota Cirebon akan terus memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk berinteraksi, berkarya, dan mengembangkan seni budaya. Jangan hanya berlatih, tetapi juga diberikan kesempatan untuk tampil,” ujar Effendi Edo.
Ia juga mengapresiasi peningkatan jumlah peserta kirab yang mencapai lebih dari 1.200 orang dan berharap kegiatan tersebut semakin besar pada tahun-tahun mendatang.
Kirab Budaya Pangeran Pulasaren bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi pengingat bahwa sejarah, seni, dan kearifan lokal merupakan kekayaan yang harus terus dijaga bersama. Dengan semangat budaya yang gemilang, Pulasaren menunjukkan bahwa tradisi mampu menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan dan memperindah wajah Kota Cirebon.(Heryanto)


















