Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Kuningan sebagai salah satu lokus pelaksanaan program.
Menurutnya, akses pelayanan kesehatan mata masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari jarak ke fasilitas kesehatan, keterbatasan dokter spesialis mata, hingga kemampuan ekonomi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di pelosok desa.
“Program ini menjadi harapan besar bagi kami untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam mengatasi kendala jarak, keterbatasan tenaga spesialis, dan persoalan ekonomi warga,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS., melaporkan kegiatan tersebut diikuti 220 peserta. Mereka terdiri atas 150 lansia dan anak sekolah sebagai sasaran skrining, 37 kepala puskesmas se-Kabupaten Kuningan, serta 33 undangan dari berbagai unsur lintas sektor.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, The Fred Hollows Foundation (FHF) selaku mitra pendukung, jajaran RS Linggajati dan Kuningan Eye Center, TP PKK, PC Muslimat NU Kabupaten Kuningan, serta para dokter spesialis mata dari PERDAMI dan organisasi profesi IROPIN serta GAPOPIN.
Rangkaian acara diisi dengan peninjauan skrining mata massal, penyerahan kacamata gratis secara simbolis, dan talkshow kesehatan mata. Diskusi yang dimoderatori Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Denny Mustafa, M.K.M., menghadirkan dr. Revanggi Marendra, Sp.M., dari PERDAMI Kuningan dan dr. Selvia Kusdwiyanti, M.K.M., dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.
Talkshow tersebut membahas pentingnya deteksi dini penyakit mata serta penanganan kelainan refraksi, khususnya pada anak sekolah dan lansia.
Melalui momentum Hari Penglihatan Sedunia 2026, Pemerintah Kabu
[28/10 13:59] Aaaaa: Melalui momentum Hari Penglihatan Sedunia 2026, Pemerintah Kabupaten Kuningan diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor agar skrining, penanganan gangguan penglihatan, dan edukasi kesehatan mata menjangkau lebih banyak warga.
Upaya ini bukan sekadar menjaga kemampuan melihat, melainkan juga mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan mempertahankan kemandirian lansia.(Heryanto)

















