Ia bahkan menekankan pentingnya keterbukaan evaluasi dari sekolah apabila di lapangan ditemukan menu atau kualitas makanan yang belum sesuai.
“Kalau ada yang kurang tepat, sampaikan. Jangan dibiarkan. Program ini harus dijaga bersama agar benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, H. Yosep selaku penanggung jawab SPPG Cihaur menjelaskan bahwa fasilitas tersebut merupakan bangunan baru yang dibangun dari awal sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pelayanan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan penerima manfaat lainnya.
Menurut dia, keberadaan dapur SPPG di Cihaur diharapkan menjadi salah satu pusat pelayanan gizi yang tidak hanya layak secara fasilitas, tetapi juga mampu memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi masyarakat.
“Kami berupaya menghadirkan fasilitas yang aman, memadai, dan siap melayani dengan sebaik-baiknya. Harapan kami, ini bisa menjadi manfaat nyata bagi anak-anak dan masyarakat penerima manfaat,” ujarnya.
“Dapur gizi Yayasan Bani Umar Karsa Umroniyah mulai beroperasi, dukung program MBG dan penguatan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045”.
Ia juga memohon dukungan dan pendampingan dari seluruh pihak agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan dampak yang luas.
Di sisi lain, suasana launching juga diwarnai nuansa emosional dari pihak yayasan. Salah satu H.Adi Yosep penggagas kegiatan menyampaikan bahwa keterlibatan mereka dalam program ini bukan hanya bentuk partisipasi sosial, tetapi juga panggilan moral untuk memberi manfaat bagi kampung halaman.
Ia mengaku memiliki ikatan emosional kuat dengan lingkungan pendidikan di wilayah tersebut karena lahir, besar, dan menempuh pendidikan dasar di daerah itu.
“Ada rasa bangga, haru, sekaligus tanggung jawab. Kami ingin ini bukan sekadar program, tetapi juga bentuk bakti kepada masyarakat dan penghormatan kepada orang tua serta para pendahulu yang telah membangun pendidikan di sini,” ungkapnya.
[6/4 12:00] Aaaaa: Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga mengapresiasi semangat para relawan dan pengelola dapur yang dinilai telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap kebutuhan gizi anak-anak.
Ia berharap keberadaan SPPG MI Al Ihya Cihaur dapat menjadi dapur kebaikan, dapur harapan, dan dapur kemanusiaan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Cihaur dan sekitarnya.
“Jangan pernah lelah untuk berbuat baik. Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi besar untuk masa depan Indonesia, terutama dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Wakil Bupati Kuningan secara resmi meluncurkan operasional SPPG Yayasan Bani Umar Karsa Umroniyah sebagai bagian dari penguatan ekosistem pelayanan gizi di Kabupaten Kuningan.
Peluncuran ini diharapkan menjadi penguat kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menghadirkan layanan gizi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berpihak pada masa depan anak-anak.(Heryanto)


















