Turnamen tersebut juga melahirkan sejumlah pemain muda berprestasi. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Aisyah, pemain putri dari SSB Garuda Arindama yang sukses menjadi top skor U-10 sekaligus membawa timnya meraih gelar juara.
Di tengah dominasi pemain putra, Aisyah tampil percaya diri dan mampu membuktikan kualitasnya di lapangan hijau. Semangat juang dan keberaniannya menjadi inspirasi tersendiri bagi pemain putri lainnya.
“Saya awalnya ikut kelompok putri, tapi sekarang ikut kelompok cowok,” ujar Aisyah usai menerima penghargaan.
Meski masih berusia muda, kecintaan Aisyah terhadap sepak bola begitu besar. Di balik prestasinya sebagai pemain muda berbakat, ia juga memiliki cita-cita mulia untuk menjadi seorang guru.
“Cita-citanya pengen jadi guru,” ucapnya singkat namun penuh keyakinan.
Penampilan Aisyah menjadi simbol bahwa kerja keras, keberanian, dan semangat pantang menyerah mampu membawa anak-anak meraih prestasi tanpa batas. Keberhasilannya sekaligus membuktikan bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Kuningan terus berkembang dan melahirkan generasi muda potensial.
Askab PSSI Kuningan sendiri kini tengah menyiapkan program pembinaan berjenjang dengan membentuk tim khusus dari pemain-pemain terbaik hasil seleksi berbagai SSB di Kabupaten Kuningan, mulai dari kelompok usia U-10 hingga U-15.
Melalui Liga Jabar Istimewa, Kuningan kini menaruh harapan besar terhadap lahirnya generasi pesepak bola muda yang kelak mampu membawa nama daerah kembali berjaya di tingkat regional maupun nasional.(Heryanto)


















