Terkait pembiayaan program pendidikan tersebut, Rizal menjelaskan perusahaan saat ini baru sebatas memberikan rekomendasi kepada karyawan, sedangkan biaya pendidikan masih menjadi tanggung jawab masing-masing pekerja.
“Karena itu di luar operasional perusahaan, untuk biayanya kemungkinan ditanggung oleh karyawan sendiri. Dari perusahaan sifatnya baru sebatas merekomendasikan,” jelasnya.
Rizal juga mengungkapkan bahwa jumlah pekerja lulusan SMP di perusahaannya saat ini tidak dominan dan masih di bawah 50 persen dari total karyawan.
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa perusahaan tempatnya bekerja bergerak di bidang industri percetakan buku, sementara unit usaha di Kabupaten Kuningan berfokus pada produksi kemasan berbahan kertas dan karton.
Sementara itu, Adil yang juga tergabung dalam tim HRD menegaskan bahwa dunia usaha siap mendukung langkah pemerintah daerah dalam membangun sinergi ketenagakerjaan yang lebih baik, khususnya dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal agar semakin mampu bersaing di dunia industri.(Heryanto)


















