ELTV SATU || KUNINGAN – Rencana pengembangan energi panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Ciremai mendapat penolakan keras. Ratusan mahasiswa bersama elemen masyarakat menggeruduk Pendopo Pemkab Kuningan, Senin (5/10/2026), mendesak pemerintah daerah menghentikan segala bentuk rencana eksploitasi kawasan Ciremai.
Massa aksi berasal dari gabungan BEM Universitas Kuningan (Uniku), BEM Unisa, UMK, GMNI, PMII, serta sejumlah elemen masyarakat dari Kuningan dan Cirebon.
Sejak pagi, massa memadati kawasan depan Pendopo Pemkab Kuningan. Spanduk penolakan dibentangkan, sementara orator secara bergantian menyampaikan kritik terhadap rencana pemanfaatan panas bumi di kawasan Gunung Ciremai.
Massa juga mendesak pemerintah daerah membuka informasi secara transparan mengenai arah kebijakan geothermal, termasuk kajian lingkungan dan dampaknya terhadap masyarakat.
Ketua BEM Uniku, Fillah Ahmad Abadi, menegaskan mahasiswa menolak Gunung Ciremai dijadikan objek eksploitasi geothermal.
Menurutnya, alasan pengembangan energi terbarukan tidak boleh mengesampingkan keselamatan lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.
“Kami tegas menolak Gunung Ciremai dieksploitasi untuk geothermal karena dampaknya akan sangat terasa. Penolakan ini murni aspirasi lintas elemen masyarakat yang menolak alam dieksploitasi yang akan berdampak terhadap ekosistem di masa yang akan datang,” tegas Fillah.
Bupati Dituntut Temui Massa
Ketidakhadiran Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar turut menjadi sorotan. Massa meminta bupati menemui mereka secara langsung dan menjelaskan sikap pemerintah daerah terhadap rencana pengembangan panas bumi.
“Bupati Kuningan ke mana?” teriak salah seorang orator dari atas mobil komando, yang langsung disambut sorakan massa.

















