ELTV SATU ||| CIREBON – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Cirebon atau SEMA Cirebon menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Cirebon, Selasa 28 April 2026. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pengawalan terhadap rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Tahun 2026 yang nilainya mencapai sekitar Rp4,7 triliun.
Ketua Umum SEMA Cirebon, Kemas Adhitya Luthfi menegaskan, mahasiswa ingin memastikan anggaran daerah benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan menjadi bancakan elite politik. Massa menyoroti masih banyaknya persoalan mendasar seperti jalan rusak, tumpukan sampah, hingga minimnya penerangan jalan umum yang dinilai belum sebanding dengan besarnya anggaran daerah.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama, yakni transparansi dan akuntabilitas pengelolaan APBD, prioritas anggaran pada pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan infrastruktur, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme, pelibatan publik dalam pengawasan anggaran, serta ajakan kepada seluruh masyarakat untuk ikut mengawal penggunaan APBD.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, menyatakan pemerintah daerah telah menjalankan prinsip keterbukaan informasi. Pemkab juga telah merealisasikan 27 paket peningkatan jalan, sementara 90 paket lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Pemerintah menyebut kebutuhan anggaran untuk menuntaskan jalan rusak mencapai Rp1 triliun, sementara alokasi tahun ini baru sekitar Rp240 miliar. (RED)


















