ELTV SATU ||| Kabupaten Cirebon – Forum Silaturahmi Lintas Alumni (Forsila) SMAN 1 Palimanan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan melalui program pemberian tali asih kepada alumni SMAN 1 Palimanan yang berhasil diterima di perguruan tinggi melalui jalur prestasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Ki Hajar Dewantara SMAN 1 Palimanan, Kabupaten Cirebon, pada Rabu (6/5/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Program pemberian tali asih ini merupakan salah satu program rutin Forsila yang diberikan setiap akhir tahun pelajaran kepada alumni yang lolos seleksi perguruan tinggi jalur prestasi dan telah melalui proses verifikasi oleh tim Forsila. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian, dukungan, serta apresiasi kepada adik-adik kelas yang membutuhkan bantuan dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Acara dihadiri oleh Kepala SMAN 1 Palimanan Dra. Hj. Mardiani, M.M., perwakilan guru, OSIS, perwakilan kelas, serta jajaran pengurus Forsila. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Forsila H. Satori, S.H., M.M. (1990), Wakil Ketua Dondy Eko Feriyanto (1989), Sekretaris Uun Unerie (1992), Ketua Yayasan Bhakti Sinergi Nepal Bambang SWM (1981), serta pengurus lainnya yakni H. Sanawi (1984), Surono (1986), Gito (1989), Arif Wahyono (1991), dan Ustadz Abdullah Mi’roj (1992).
Kegiatan dibuka oleh pembawa acara Nurlaela, S.Pd. (1988) dengan pembacaan basmallah bersama. Dalam sambutannya, Ketua Forsila H. Satori, S.H., M.M. menjelaskan bahwa program tali asih merupakan bentuk nyata kepedulian alumni kepada adik-adik kelas yang diterima di perguruan tinggi melalui jalur prestasi.
“Program ini bertujuan untuk meringankan beban adik-adik kelas yang membutuhkan bantuan, sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Palimanan Dra. Hj. Mardiani, M.M. menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Forsila atas kontribusi nyata yang diberikan kepada siswa-siswi berprestasi.
“Kegiatan ini sangat membantu dan bermanfaat bagi para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” tuturnya.
Ketua Yayasan Bhakti Sinergi Nepal, Bambang SWM, juga menjelaskan mengenai peran yayasan dalam mendukung bantuan pendidikan bagi alumni yang diterima di perguruan tinggi jalur prestasi.
Pada tahun ini terdapat tujuh siswa penerima tali asih dengan nominal bantuan masing-masing sebesar Rp2 juta. Berikut daftar penerima bantuan:


















