Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, menjelaskan bahwa dukungan Kementerian Pertanian berupa demplot masing-masing seluas 0,5 hektare di Nunuk Baru dan di Kancana, sehingga total mencapai 1 hektare. Selain itu, pengembangan budidaya oleh petani sendiri sudah berjalan lebih luas: sekitar 1 hektare di Desa Nunuk dan 9 hektare di Desa Kancana.
“Artinya, selain demplot untuk pengujian teknologi dan varietas, kita sudah memiliki areal budidaya yang dikembangkan petani. Ini menjadi modal penting untuk melihat potensi bawang putih di Majalengka. Pengembangan ini akan terus didampingi agar produktivitas, kualitas, kesesuaian varietas, hingga aspek pemasaran dapat diperbaiki secara bertahap,” jelas Gatot.
Polri Siap Dukung Hingga Hasil Panen
Kapolres Majalengka, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional, sehingga Polri siap mendukung penuh program tersebut — tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendorong keberhasilan melalui sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, penyuluh, dan kelompok tani.
“Yang paling penting adalah setelah ditanam, bisa dirawat, tumbuh baik, dan menghasilkan. Kami siap bersinergi agar program ini memberikan manfaat nyata. Kita harus optimistis, dengan kolaborasi dan pendampingan yang baik, mudah-mudahan bawang putih Majalengka semakin berkembang dan mampu mendukung kebutuhan nasional,” ujarnya.
Harapan Petani: Varietas Sesuai & Pasar Jelas
Cecep, salah satu petani bawang putih di Desa Nunuk, menyambut baik program ini. Ia menyatakan bahwa selama ini petani ingin mengembangkan bawang putih namun terkendala bibit, cara perawatan, hingga pemasaran.
“Harapan kami hasilnya bagus dan ada pasar yang jelas. Kalau hasilnya bagus dan harganya menguntungkan, petani pasti lebih semangat menanam bawang putih. Adanya demplot dan pendampingan dari pemerintah sangat membantu kami mendapatkan varietas yang cocok sekaligus bernilai jual baik,” tuturnya.
Pengembangan bawang putih di Majalengka diharapkan menjadi proses berkelanjutan untuk menemukan pola budidaya yang paling sesuai dengan karakteristik lahan dan kebutuhan pasar. Dengan dukungan pemerintah pusat, Pemkab Majalengka, TNI–Polri, perguruan tinggi, penyuluh, serta para petani, komoditas ini diharapkan berkembang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan daerah sekaligus berkontribusi nyata terhadap target swasembada bawang putih nasional.(VC)


















