Dari total 26 peserta yang mengikuti seleksi tingkat kabupaten, Dispora Majalengka menetapkan tiga pemuda pemudi terbaik untuk mewakili Majalengka ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
Ketiganya yakni Dea Nur Amalia (bidang pangan) dengan produk Asboro, Kris Nandang (bidang sosial, agama, dan budaya) dengan produk Dukas Someah, serta Muhammad Ridwan Saputra (bidang pendidikan) dengan program LPQ Raudhatul Yaqien. Kepada ketiga pemenang diberikan uang pembinaan sebesar Rp.5 juta.
Ketiganya berharap dapat memberikan hasil terbaik saat mewakili Kabupaten Majalengka di tingkat Provinsi Jawa Barat sekaligus menginspirasi pemuda lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi.
Dea Nur Amalia mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan dan menjadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus mengembangkan inovasi di sektor pangan lokal.
“Alhamdulillah, ini menjadi penyemangat bagi saya untuk mengembangkan Asboro agar bisa memberikan manfaat lebih luas, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan di daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kris Nandang menilai ajang Pemuda Pelopor menjadi ruang aktualisasi bagi pemuda untuk berkontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Melalui Dukas Someah, saya ingin terus menguatkan nilai-nilai sosial dan budaya. Harapannya bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.
Adapun Muhammad Ridwan Saputra menegaskan komitmennya dalam pengembangan pendidikan generasi muda.
“Program LPQ Raudhatul Yaqien akan terus kami kembangkan agar mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berakhlak baik,” ungkapnya.












